Galeri Berita
KINERJA PENANGANAN BENCANA BPBD Kabupaten Murung Raya
.jpeg)
(BPBD, 12/02/2026) - Mayoritas bencana yang terjadi di Kabupaten Murung Raya yakni pada musim penghujan seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrim, tanah longsor, angin puting beliung. Sedangkan pada musim kemarau sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran wilayah permukiman dan bangunan.
Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E mengintruksikan kepada jajaran BPBD Kabupaten Murung Raya untuk selalu tanggap dan siaga serta gerak cepat apabila suatu saat terjadinya bencana dalam rangka penanganan korban terdampak.
Pola bencana di Kabupaten Murung Raya sudah bisa diprediksi di 2 (dua) musim tersebut yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Untuk itu Bupati Murung Raya terus mendorong jajarannya untuk dapat mengantisipasi setiap bencana yang mungkin akan terjadi sejak dini.
Guna perbaikan kinerja Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana, Bupati Murung Raya juga mendorong agar BPBD Kabupaten Murung Raya untuk selalu memperkuat kelembagaan nya. Ada empat penguatan BPBD kabupaten Murung Raya yakni, Pertama adalah kepemimpinan yang kuat dan mampu mengkomunikasikan prioritas lembaga kepada masyarakat dan membangun visi yang jelas. Kedua, pengambilan keputusan yang tepat dan struktur yang baik. Ketiga, penempatan personil yang tepat dan keempat adalah pemetaan proses dan sistem kinerja yang efektif.
BPBD merupakan penanggung jawab penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah. Oleh karena itu, implementasi standar pelayanan minimal membutuhkan penguatan agar BPBD dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.
Apalagi kondisi cuaca dan alam yang tidak menentu bisa saja mengakibatkan terjadinya bencana sewaktu-waktu dan tentunya sangat merugikan masyarakat.
Upaya pengurangan risiko bencana menjadi sangat penting untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Indeks Resiko Bencana (IRB) digunakan sebagai indikator kinerja pimpinan daerah untuk menunjukkan tingkat keberhasilan kinerja dalam penanggulangan bencana.
1. Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E menginstruksikan langkah mitigasi dan antisipasi agar potensi bencana hidrometeorologi dapat dicegah sedini mungkin. Dalam rangka mengantisipasi berbagai kejadian bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, yang bisa terjadi pada musim hujan agar seluruh pemangku kepentingan dapat saling berkoordinasi dan berkolaborasi. Selain itu, solidnya Pemerintah Kabupaten Murung Raya, diperlukan dalam rangka melakukan langkah awal yakni pemetaan terhadap daerah rawan bencana. Pemerintah tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan hendaknya sudah dapat memberikan informasi penting agar bencana hidrometeorologi ini dapat segera diantisipasi.
2. Kolaborasi Penanganan Bencana
Bupati Murung Raya meminta melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Murung Raya maupun Kecamatan, Desa dan Kelurahan serta seluruh TNI, Polri, instansi pemerintah terkait, serta dunia usaha dan masyarakat dapat saling membantu dalam penanganan bencana agar lebih cepat, dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dan penanganan siaga darurat jika terjadi bencana.
Pemantauan dan evaluasi pada beberapa titik rawan bencana serta perhatikan apakah sarana prasarana seperti sistem peringatan dini bencana dapat berfungsi secara optimal. Jika ada infrastruktur yang mengalami kerusakan dapat segera dilaporkan agar ditindaklanjuti segera.
Bupati Murung Raya mengingatkan, kejadian banjir besar tahun 2024 diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga agar lebih waspada dan memiliki respon cepat dalam penanganan bencana, sehingga mampu menanggulangi bencana secara terukur dan tepat sasaran.
BPBD Kabupaten Murung Raya diminta untuk terus bersinergi dengan stake holder terkait seperti BNPB, TNI, Polri, BMKG, dan masyarakat dalam menghadapi bencana dan pasca bencana.
3. Gotong Royong Tangani Bencana
Dalam penanganan bencana baik bencana banjir maupun Karhutla yang berdampak besar kepada masyarakat, Bupati Murung instruksikan pengerahan ASN seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten untuk ikut terlibat dalam membantu penanganan bencana maupun para warga yang terdampak.
Seperti halnya pada saat banjir berskala besar di Kabupaten Murung Raya pada bulan Januari dan Oktober Tahun 2024 silam, Bupati Murung melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten guna membantu korban terdampak.
Begitu juga pada bencana Karhutla dan krisis air bersih pada tahun-tahun silam, Bupati Murung instruksikan kepada seluruh perwakilan SKPD membawa armada dan peralatan yang digunakan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan maupun krisis air bersih. Selain itu masing masing SKPD juga membawa tong isi air bersih untuk membantu masyarakat di berbagai wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Bupati Murung meminta seluruh SKPD untuk gotong royong membantu masyarakat yang terdampak bencana alam Upaya mitigasi harus dilakukan dengan semangat gotong royong agar kehadiran pemerintah dapat dirasakan masyarakat secara langsung.